Powered by Blogger.
RSS

Friday, February 11, 2011

ta'lim 6 rabiul awal 1432 H / 10 feb 2010 M

Assalamu’alaikum,wr.wb.
Dear All Teman-Temanku semua,,,

Sekedar share hasil silaturrahmi sekalian pengajian (hehe… terbalik nda ya?) di TTC Pengayoman tadi siang.
Pokoknya, pengajian tadi itu isinya baguuus banget, sangat mengena (termasuk saya) apalagi dibawakan sama ust Dimas Maryono.

Ada orang yang termasuk dalam golongan yang tidak merasa bahwa apa yang diusahakannya di dunia (berupa harta kekayaan) yang dikumpulkan dan dihitung akan membawanya ke dalam Hutamah (neraka yang disebutkan Allah swt dalam QS. Al Humazah).
Kok bisa? Karena meskipun harta yang selalu dikumpulkan dan kemudian selalu dihitungnya itu halal, tapi ternyata membuatnya semakin jauh dari ibadah kepada Allah swt.
Demi mengumpulkan harta, dia menghitung setiap waktu dan menganggap setiap waktu seakan bernilai profit baginya, bahkan waktu untuk ibadah.
Waktu sholat dianggap tidak bernilai profit, waktu duduk2 dalam majelis ilmu dianggap tidak memiliki profit.
Sehingga semakin lama, semakin seringlah ia terlambat menunaikan sholat.
Semakin lama, semakin jaranglah ia ikut dalam majelis ilmu.
Semakin lama, semakin hilanglah waktu shalat sunnah-nya.
Semakin lama, semakin jaranglah ia shalat berjama’ah.
Pada akhirnya, semakin ia menumpuk hartanya, semakin jauh ia dari Tuhan-Nya.

Masya Allah,,Sang Ust. Kemudian menggambarkan kondisinya di Yaumil Akhir nanti berdasarkan firman Allah swt dlm QS. Al Humazah,

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah
Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan
yang (membakar) sampai ke hati
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang


Sang Pengumpul harta mengira hartanya dapat mengekalkannya, dapat digunakan hingga anak cucu dan seluruh keturunannya.
Padahal tidak demikian adanya.
Dirinya sendiri pada akhirnya dilemparkan ke dalam Huthamah, yang jaraknya sejauh perjalanan 70 th baru mencapai dasarnya.
Dan ketika ia sdh sampai di dasarnya, api neraka dinyalakan & membakar hingga ke hatinya, maksudnya hatinya bercampur marah, dendam, dengki dan benci.
Karena harta yang dikumpulkannya tidak bermanfaat baginya, justru hanya digunakan untuk kemaksiatan oleh saudara atau keturunannya yang masih hidup.
Setelah sampai di dasar Huthamah, ia di lempar lagi kedalam sumur di dasar Huthamah, yang dalamnya juga 70 th perjalanan.
Setelah sampai di dasarnya, sumur itu di tutup rapat.
Kemudian ia diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Ya Allah, na’udzubillahi min dzalik.
Jangan sampai kami termasuk dalam golongan itu… 

Ada juga orang yang sangat beruntung, di dunia ia berlebihan harta, dan di akhirat, subhanallah … ia juga dinaungi rahmat dan Ridho Allah.
Ia adalah orang yang menjadikan kerja sebagai ibadahnya.
Ia bekerja dengan niat ibadah.
Sehingga Jumlah Waktu untuk bekerja = jumlah waktu untuk beribadah
Ia bekerja tapi tidak melupakan ibadahnya.
Dan menyedekahkan sebagian harta yang diperolehnya di jalan Allah.
Allah swt telah berjanji akan melipatgandakan minimal 10 x lipat setiap harta yang disedekahkan.
Rasulullah saw pun bersumpah, bahwa harta yang disedekahkan tidak akan pernah habis.
Siapakah yang meragukan, jika Allah telah berjanji dan Rasulullah telah bersumpah ?

Dengan bersedekah, akan datang pertolongan Allah dan balasan yang berkali lipat.
Dengan bersedekah, semoga Allah memberikan Rahmat dan Ridho-Nya kepada kita.
Sesungguhnya sedekah itulah harta kita yang mutlak, sedangkan harta yang kita simpan, kita tabung di bank, itu adalah harta yang nisbi (sementara).


Wassalamu’alaikum,wr.wb.

Semoga Allah swt mengampuni segala kesalahan kata saya, yang tidak di sengaja dalam merangkum kajian siang ini.
Mohon maaf atas segala khilaf.

Terimakasih.
(ecd)